Anggota DPRA minta Pemerintah Aceh segera peduli ternak yang terserang penyakit segera di tangani

 



ACEH TAMIANG - Anggota DPR Aceh, Nora Idah Nita meminta Pemerintah Aceh maupun Pusat untuk terus membantu dan mendukung pemerintah di kabupaten dalam menangani wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang. 

 Karena, kata Nora, wabah tersebut sangat merugikan masyarakat, khususnya peternak yang menggantungkan pendapatan ekonomi dari berternak lembu. Apalagi, Menteri Pertanian Republik Indonesia telah menetapkan Kabupaten Aceh Tamiang sebagai daerah darurat wabah PMK melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 404/KPTS/PK.300/M/05/2022.

 Anggota DPRA asal Aceh Tamiang ini menegaskan bahwa pemerintah Aceh harus benar-benar serius menangani wabah PMK itu mengingat telah banyak jumlah ternak masyarakat yang mati saat ini. 

 Pemerintah Diminta Serius Tangani Konflik Satwa "Pemerintah Aceh harus benar-benar serius menangani wabah PMK ini. Bila tidak ditangani secara serius ini akan berbahaya dan wabah PMK akan terus menyebar ke seluruh Aceh yang akan merugikan peternak secara meluas," kata Nora Idah Nita kepada AJNN, Selasa malam (10/5).

Baca Juga Fraksi PKS Minta Pemko Serius Tangani Persoalan Air Bersih Srikandi Partai Demokrat ini juga meminta kepada masyarakat agar pro aktif dalam pencegahan awal wabah PMK tersebut.  

"Masyarakat harus proaktif berkomunikasi dengan pemerintah setempat. Hal ini perlu untuk pencegahan awal penyebaran wabah yang mematikan bagi ternak tersebut," ungkap Nora. Untuk diketahui, 

wabah PMK telah menyerang 1800 ekor lembu masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan data Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang dari 1800 yang terjangkit, 13 ekor diantaranya telah mati.

Post a Comment